TRANSFORMASI SHOPHOUSE DI KOTA PADANG LAMA

Duddy Fajriansyah, Jonny Wongso, Program Studi, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Dan Perencanaan
2017 unpublished
ABSTRAK Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana perubahan yang terjadi pada fasad bangunan shophouse yang ada di kota Padang Lama. Belum adanya aturan (guideline) tentang tipologi bentuk fasad bangunan Shophouse yang ada di kawasan Kota Padang Lama, mengakibatkan tidak adanya pedoman dan informasi tentang karakteristik tipologi fasad bangunan shophouse yang ada di Kota Padang Lama. Hal ini menyebabkan terjadinya ketidak beraturan dan tidak selarasnya bentuk fasad antar bangunan shophouse
more » ... angunan shophouse yang ada di Kota Padang Lama yang berujung pada hilangnya karakter kawasan Kota Padang Lama sebagai kawasan Cagar Budaya. Penelitian ini difokuskan pada studi komparasi perubahan (transformasi) bentuk fasad bangunan shophouse yang dibangun pada era kolonial Belanda. Melalui mengidentifikasi karakter bentuk fasad yang ada pada bangunan shophouse tersebut, sehingga diharapkan akan dapat dirumuskan beberapa tipe perubahan bentuk fasad pada bangunan shophouse yang ada di Kota Padang Lama. Melalui penelitian ini akan diperoleh informasi tentang transformasi bentuk fasad bangunan Shophouse, yang diharapkan akan bermanfaat bagi implementasi disain Shophouse di masa mendatang. Manfaat secara teoritis dari penelitian ini adalah untuk memperkaya teori-teori tentang Transformasi bentuk fasad bangunan shophouse serta menambah pengetahuan tentang tipologi bentuk-bentuk bagian muka dari bangunan shophouse yang ada di Kota Padang Lama. Kata kunci: Tipologi; Fasad; Shophouse; 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang perekonomiannya, hampir diseluruh penjuru nusantara memiliki kawasan pertokoan yang berfungsi sebagai sentra ekonomi dan hunian. Sejak masa pemerintahan Kolonial Belanda hingga saat ini perkembangan rumah toko/ruko (shophouse) sangat pesat bahkan menjamur diberbagai sudut kota. Pada awal perkembangannya, shophouse berhubungan erat melalui masyarakat Tionghoa yang dikelompokkan pada kawasan Pecinan. Pada masa kolonial, pecinan merupakan bagian politik segregasi etnis (Belanda membagi masyarakat Hindia Belanda ke dalam tiga strata: Eropa, Timur asing, dan Pribumi) yang telah dijalankan sejak 1672 Melalui pemberlakuan sistem officieren (system pejabat/kapitan). (Sopandi, 2006). Kemudian disusul melalui pemberlakuan sistem wijkenstelsel (pembatasan permukiman, 1841-1915), passenstelsel (sistem pas jalan, 1863), berbagai aturan hukum dan sosial, hingga aturan dalam penampilan pribadi (potongan rambut dan cara berpakaian), yang berpengaruh terhadap cara hidup dan style bangunan masa itu. (Sopandi, 2006) Batas tegas identitas Eropa, Pribumi, Arab dan Cina diperlihatkan melalui penentuan atribut-atribut tertentu pada setiap etnis. Sehingga masyarakat secara jelas dapat mengenali. Masa Orde Baru telah merubah kebijakan politik tersebut melalui penghilangan keetnisan asing digantikan oleh
fatcat:j4tigwig7ndxllszlbiizlkzsi