AKRONIM DALAM REGISTER TNI AD DI BATALYON INFANTERI 500 RAIDER SURABAYA

Yunita Dwi, Sa'diyah
unpublished
Abstrak Dalam dunia komunikasi, bahasa memiliki peranan penting. Di era informasi modern seperti sekarang ini, masyarakat dituntut untuk melakukan komunikasi secara tepat, cermat, dan hemat. Penggunaan akronim dalam bahasa Indonesia sudah menjadi hal yang lazim dan tidak asing lagi. Bahkan, setiap lembaga atau organisasi memiliki istilah yang berupa akronim. Kebutuhan penyingkatan paling terasa di bidang angkatan bersenjata, kemudian menjalar ke bahasa sehari-hari. Produktivitas pemakaian
more » ... tas pemakaian bahasa di lembaga militer seolah-olah memunculkan register tersendiri yang bersifat khas. Banyaknya akronim pada register TNI AD di Batalyon Infanteri 500 Raider Surabaya, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) mendiskripsikan bentukbentuk akronim pada register TNI AD di Batalyon Infanteri 500 Raider Surabaya (2) mendeskripsikan fungsi akronim pada register TNI AD di Batalyon Infanteri 500 Raider Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah anggota TNI AD di Batalyon Infanteri 500 Raider Surabaya. Data yang diambil untuk bahan penelitian ini berupa katakata yang digunakan anggota TNI AD di Batalyon Infanteri 500 Raider Surabaya. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan teknik observasi nonpeserta dan teknik wawancara. Simpulan penelitian ini. Dari 101 akronim dalam register TNI AD di Batalyon Infanteri 500 Raider Surabaya terdapat 5 bentuk teratur dan 6 bentuk tidak teratur dari proses pengekaln huruf pertama, 2 bentuk teratur dan 12 bentuk tidak teratur dari proses pengekalan dua huruf pertama, 2 bentuk teratur dan 9 bentuk tidak teratur dari proses pengekalan tiga huruf pertama dan 4 bentuk tidak teratur dari proses pengekalan empat huruf pertama. Akronim dalam register TNI AD di Batalyon Infanteri 500 Raider Surabaya memiliki tiga fungsi. Fungsi pertama yaitu untuk menyingkat frasa atau kata sehingga menjadi bentuk kata yang singkat dan mudah. Fungsi kedua, yaitu akronim digunakan dalam bahasa tulis sehingga dapat menghematan tempat untuk penyampaian informasi yang diberikan secara tertulis. Fungsi ketiga untuk mengkomunikasikan jabatan agar mengetahui kedudukan jabatan antaranggota. Abstract In the world of communication, language plays an important role. In the modern information age, as now, people are required to communicate in a timely, accurate, and efficient. The use of acronyms in the Indonesian language has become a common and familiar. In fact, any entity or organization have a term in the form of the acronym. Condensation needs most noticeably in the armed forces, and then spread to everyday language. Productivity of language use in the military as if it raises its own registers that are typical. The number of acronyms at the register in the Army Infantry Battalion 500 Raider Surabaya, the research was done in order to (1) describe the forms of acronyms on the register at the Army Infantry Battalion 500 Raider Surabaya (2) describing the functions on the registers of Army acronyms in the Battalion 500 Raider infantry Surabaya. This study used a qualitative descriptive approach. Sources of data in this study were members of the Army in the 500th Infantry Battalion Raider Surabaya. Data were taken for the study material in the form of words used by member of the Army 500th Infantry Battalion Raider in Surabaya. Data collection in this study with the technique nonpeserta observation and interviewing techniques. The conclusions of this study. Of the 101 acronyms in registers Army 500th Infantry Battalion Raider in Surabaya there are 5 forms of regular and irregular shapes of 6 pengekaln the first letter, two forms of regular and 12 irregular shape of the perpetuation of the first two letters, two forms of regular and 9 forms are not basis of the perpetuation of the first three letters and four irregular shape of the perpetuation of the first four letters. Acronym in registers Army 500th Infantry Battalion Raider in Surabaya has three functions. The first function is to condense the words or phrases that a form of words that is short and easy. The second function, which is an acronym used in written language that can menghematan place for the delivery of the information provided in writing. The third function to communicate in order to determine a position of office among members.
fatcat:6ezkp65o2zeztojxhbc2uegqum