EFEKTIVITAS PUBLISITAS: MENILAI REPUTASI INSTITUSI

Nunung Prajarto, Jurusan Komunikasi, Fisipol Ugm, J Sosio Justisia, Bulaksumur Yogyakarta
2008 Jurnal Ilmu Komunikasi   unpublished
78 Pendahuluan Tugas praktisi public relations (PR, humas) secara umum adalah melakukan sejumlah usaha komunikasi untuk menjalin relasi yang baik sehingga tercapai tujuan membangun, membina dan menjaga citra atau reputasi institusi secara positif. Di satu sisi, reputasi institusi ini merupakan suatu aset yang sangat berharga secara komersial dan terganggunya reputasi dapat mengikis keandalan bisnis dalam memaksimalkan shareholder value, finance, independency dan market share (Larkin, 2003). Di
more » ... isi yang lain ada sejumlah institusi yang mempertimbangkan masalah reputasi ini sebagai sesuatu yang akan terjadi begitu saja ketika kesusksesan dicapai sehingga reputasi tidak perlu dan tidak dapat diukur, dimonitor dan dikelola (Doorley dan Garcia, 2006). Keberhasilan usaha humas salah satunya dapat dilacak berdasar sedikit banyaknya publisitas kegiatan humas maupun institusi, yang tingkat keefektifan publisitasnya antara lain bisa diukur berdasar volume liputan, kualitas, dan bobot penekanan berita serta jumlah pembaca yang berhasil direngkuh (Puspandani, 2006). Terkait dengan masalah publisitas, reputasi suatu institusi kadang-kadang menjadi suatu hal yang dipertaruhkan bila publisitas yang muncul adalah Abtract Institutional reputation is commercially significant since this closely deals with shareholder value, finance, independency and market share. Notwithstanding the fact that some institutions do not consider reputation in more detail, others pay highly attention on it. This leads to the needs for measuring and evaluating publicity. Nonetheless, the way to define publicity effectiveness is not simply operated by some institutions. This paper introduces an alternative formula to define publicity effectiveness level mostly needed by some institutions, including business and academic institutions. publisitas yang tidak seperti yang diharapkan. Bermacam sumber dapat menjadi penyebab munculnya publisitas negatif yang berujung pada disreputasi institusi. Berkaca pada persoalan di atas, menjadi hal yang teramat layak bila didiskusikan efektivitas serta pemonitoran terhadap publisitas dan liputan media massa atas suatu institusi. Tulisan di bawah ini akan mengkaji efektivitas publisitas serta metode monitoring yang dapat dimanfaatkan suatu institusi untuk mempertahankan dan meningkatkan reputasinya. Mencermati Efektivitas Publisitas Upaya meningkatkan efektifitas publisitas dapat dicapai dengan pemahaman secara benar terhadap masalah publisitas, evaluation and measurement, public relations dan proses komunikasi serta beberapa elemen yang terkait dengannya. Secara operasional, praktisi public relations perlu melakukan PR evaluation and PR measurement dengan teknik evaluasi dan pengukuran tertentu yang hasilnya digunakan sebagai salah satu dasar perencanaan strategi dan taktik komunikasi suatu institusi. Evaluasi yang demikian perlu dilakukan secara berkala, meskipun tata kala pelaksanaannya bersifat luwes dan
fatcat:3w5m2an2ovh4roi3ocei5ydf3a