Zinc Oxide Eugenol-Formocresol Root Canal Treatment Fails to Treat a Deciduous Tooth with Dentoalveolar Abcess

Arifa Pediarahma, Mochamad Fahlevi Rizal
2015 Journal of Dentistry Indonesia  
ABSRACT Irreversible pulp infection can lead to dentoalveolar abscess. Root canal treatment in deciduous teeth is indicated in irreversible pulp infection to maintain children's health and deciduous teeth until its exfoliation period. Success rate of endodontic treatment in deciduous teeth can be enhanced by using antimicrobial root canal filling material. Combination of ZOE-formocresol as root canal filling material has a superior antimicrobial property. Unfortunately, based on some research
more » ... on some research it is also toxic to the tissue. This case report will discuss about failure of root canal treatment in deciduous tooth with dentoalveolar abscess using combination of ZOE-formocresol as obturating material. There are some factors that possibly cause the failure: complexity of deciduous molar anatomy, the choice of root canal filling material, application of root canal filling material that is not adequate, or an extend pathological condition. ABSTRAK Perawatan saluran akar dengan pasta Zinc Oxide Eugenol-Formokresol tidak berhasil untuk perawatan gigi sulung dengan abses dentoalveolar. Infeksi pulpa irreversible dapat menyebabkan abses pada area dentoalveolar. Perawatan saluran akar gigi sulung diindikasikan pada infeksi pulpa irreversible untuk menjaga kesehatan anak dan mempertahankan gigi sulung sampai periode eksfoliasi normal. Keberhasilan perawatan endodontik dapat ditingkatkan dengan penggunaan bahan pengisi saluran akar yang bersifat antimikroba. Bahan pengisi kombinasi ZOE-formokresol memiliki sifat antimikroba yang superior, namun pada beberapa penelitian bahan ini juga bersifat toksik terhadap jaringan. Pada laporan kasus ini akan dibahas kegagalan perawatan saluran akar dengan bahan pengisi kombinasi ZOE-formokresol pada gigi sulung dengan abses dentoalveolar. Faktor-faktor penyebab kegagalan antara lain kompleksnya anatomi gigi sulung, pemilihan bahan pengisi, peletakan bahan pengisi yang kurang adekuat, atau kondisi patologis yang sudah meluas.
doi:10.14693/jdi.v21i3.230 fatcat:gj5eb52vufbffd7yngrfywbbjq