Multiplikasi Tunas In Vitro Anggrek Phalaenopsis dan Analisis Keragaman Genetik dengan Marka SNAP

Mira Humaira, Agus Purwito, Sudarsono, Dewi Sukma
2020 Jurnal Agronomi Indonesia  
Perbanyakan klonal anggrek melalui kultur in vitro dibutuhkan untuk memperoleh sejumlah besar propagul tanaman yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP terhadap kemampuan multiplikasi tunas dalam propagasi klonal beberapa anggrek hibrida Phalaenopsis dan menganalisis keragaman genetik menggunakan marka Pto-SNAP pada planlet klonal. Percobaan dilakukan secara terpisah pada 3 populasi tunas anggrek hibrida Phalaenopsis yaitu, tunas hasil
more » ... mbahan biji dari Phal. amabilis x Phal. 'KHM 421' dengan 5 taraf perlakuan BAP (0.00, 11.09, 22.19, 33.29, 44.39 µM), tunas klon Phal. 'Salu Spot' x Phal. bellina '1102-38' dan Phal. 'Salu Spot' x Phal. bellina '1102-44' dengan 4 taraf perlakuan BAP (11.09, 22.19, 33.29, 44.39 µM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi BAP terbaik untuk multiplikasi tunas pada tiga populasi yang diuji adalah 22.19 µM dengan jumlah tunas masing-masing 3.7, 4.7 dan 6.0 tunas pada 12 minggu setelah tanam (MST). Protocorm like bodies (PLBs) hanya dihasilkan pada populasi Phal. amabilis x Phal. 'KHM 421' dengan jumlah PLBs terbanyak perlakuan BAP 11.09 µM. Evaluasi keragaman genetik menggunakan 11 marker Pto-SNAP (single nucleotide amplified polymorphism) dilakukan pada planlet klonal Phal. 'Salu Spot' x Phal. bellina '1102-44'. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi somaklonal dari planlet yang diuji perlakuan BAP 22.19 µM dengan keragaman 7.7% pada lokus Pto-241 dan perlakuan BAP 44.39 µM dengan persen keragaman 11.1% pada lokus Pto-424. Kata kunci: marka molekuler, propagasi klonal, Pto, sitokinin, variasi somaklonal
doi:10.24831/jai.v48i1.29149 fatcat:5hklvizgibhezp74cdzvtg7cfu