MEMAKNAI TANGGUNG JAWAB RENTENG DIREKTUR PERUSAHAAN ATAS PELUNASAN HUTANG PAJAK PERUSAHAAN

Tauperta Siregar, Kata Kunci:, Tanggungjawab Renteng, Pelunasan Pajak
2017 Jurnal Akuntansi   unpublished
The search for the Taxpayer's Property (PP) under the Article 32 paragraph 2 of the General Provisions of Taxation (KUP) becomes an important thing in the disbursement of tax receivables. Increased tax arrears and taxpayer (WP) business activities are consistent with the difficulty of obtaining information about the object of confiscation owned by the taxpayers' property (PP) and indicated taxpayers'property using the name of the other party or deposited elsewhere and the difficulty of
more » ... ficulty of obtaining proof of ownership of foreclosure object from taxpayers or the third party. Bailiffs claimed to have difficulty completing asset tracking and taxpayers, because it must be through the verification of all documents. This study used a case study on Tax Return Notification (SPT). The purpose of this study is to interpret the mutual responsibility of the company's directors on the repayment of corporate taxes. Abstrak Penelusuran harta Penanggung Pajak (PP) berdasarkan pasal 32 ayat 2 Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) menjadi hal yang penting dalam pencairan piutang pajak. Peningkatan tunggakan pajak dan aktifitas usaha Wajib Pajak (WP) selaras dengan sulitnya memperoleh informasi mengenai objek sita yang dimiliki oleh PP dan terindikasi harta PP menggunakan nama pihak lain atau dititipkan di tempat lain serta sulitnya memperoleh bukti kepemilikan objek penyitaan dari PP atau pihak ketiga. Jurusita pajak mengaku sulit merampungkan penelusuran asset dan PP, karena harus melalui verifikasi seluruh dokumen. Penelitian ini menggunakan studi kasus atas Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPT). Tujuan penelitian ini untuk memaknai tanggungjawab renteng direktur perusahaan atas pelunasan hutang pajak perusahaan. Pendahuluan eori agensi menyatakan hubungan antara pihak yang memberi wewenang (prinsipal) dan pihak menerima wewanang (agen). Luayyi (2010) menyebut-kan teori keagenan membahas bentuk kesepakatan antara pemilik modal dengan manajer untuk mengelola perusahaan. Direktur (manajer) mengemban tanggung jawab atas keberhasilan operasi perusahaan. Jika dalam menjalankan amanah tersebut manajer gagal maka jabatan dan segala fasili-tas yang diperolehnya menjadi taruhannya. Perilaku manajer kemudian sering kali melakukan manajemen laba dalam konteks menaikkan laba. Manajer berkewajiban untuk mengelola perusahaan sebaik-baiknya sehing-ga perusahaan akan mendapatkan laba yang cukup signifikan, kemudian agen melaporkan kepada pemilik perusahaan (prinsipal). Ketidak tersediaan data atau informasi yang T
fatcat:n65hwr35afdf7latlvxgdy5i4m