NERACA LAHAN INDONESIA

Theresa Novalia
2020 Seminar Nasional Official Statistics  
Dalam rangka mengukur sejauh mana capaian Indonesia dalam Sustainable Development Goals (SDGs) tentu diperlukan suatu indikator. Komisi statistik di Perserikatan Bangsa-Bangsa merekomendasikan penerapan System of Environmental-Economic Accounting Central Framework (SEEA-CF) 2012 sebagai standar statistik internasional dalam penyusunan indikator terkait lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah penyusunan neraca lahan untuk mendukung terpenuhinya indikator dalam tujuan ke-15 SDGs, yaitu
more » ... Gs, yaitu melindungi, merestorasi, dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan, mengelola hutan secara lestari, menghentikan penggurunan, memulihkan degradasi lahan, serta menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati. Neraca lahan menjadi penting untuk dihitung karena dapat melacak dinamika perubahan tutupan dan penggunaan lahan. Lahan perlu menjadi perhatian karena menjadi basis dilaksanakannya kegiatan dalam suatu ekosistem. Metode penyusunan neraca lahan yang dilakukan adalah dengan mendapatkan informasi mengenai luas masing-masing klasifikasi tutupan lahan dalam satuan hektar dari citra satelit KLHK yang masih berupa format shapefile, kemudian melakukan transformasi ke tabulasi dalam format Microsoft Excel untuk pengolahan lebih lanjut menjadi neraca lahan. Berdasarkan hasil penyusunan neraca lahan dapat diketahui bahwa luas tutupan hutan di Indonesia pada tahun 2017 adalah seluas 100.536.496 hektar atau 52,45 persen dari total luas lahan di Indonesia secara keseluruhan. Pulau yang memiliki tutupan hutan terluas adalah pulau Papua, Kalimantan, dan Sumatera. Selama periode tahun 2013-2017, terjadi pengurangan luas tutupan hutan sebesar 3 juta hektar, di mana pengurangan terbesar adalah di pulau Sumatera dan Kalimantan. Penyusunan neraca lahan ini dapat mendukung indikator tujuan 15 SDGs, khususnya indikator 15.1.1 yaitu kawasan hutan sebagai persentase dari total luas lahan dan indikator 15.3.1 yaitu proporsi lahan yang terdegradasi terhadap luas lahan keseluruhan.
doi:10.34123/semnasoffstat.v2019i1.68 fatcat:d5bg7us6incn3pke2bgngzx3fm