PENETAPAN KADAR ß-KAROTEN PADA BEBERAPA JENIS CABE (Genus Capsicum) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI TAMPAK

Tri Octaviani, Any Guntarti, Hari Susanti
2014 Pharmaciana  
ABSTRAK Beta karoten merupakan provitamin A yang berperan penting bagi pembentukan vitamin A. Sebagian besar sumber vitamin A adalah ß-karoten. Dalam tubuh ß-karoten akan diubah menjadi vitamin A. Cabe yang dianggap sebagai bahan pangan yang sangat penting merupakan sumber ß-karoten yang sangat baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan ßkaroten dalam cabe dengan metode spektrofotometri tampak. Cabe segar yang telah dihaluskan diekstraksi dengan campuran heksana:aseton:etanol
more » ... a:aseton:etanol (2:1:1) v/v dengan metode maserasi. Setelah proses ekstraksi selesai ditambahkan akuabidestilata. Hasil ekstraksi berupa fase non polar dipisahkan, kemudian diuapkan sampai kering. Residu yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif ß-karoten dengan metode Carr-Price. Penetapan kadar ß-karoten dilakukan dengan metode spektrofotometri tampak pada panjang gelombang 452,4 nm. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dalam cabe merah besar (Capsicum annuum L. Var. abreviatum Fingerhuth), cabe merah keriting (Capsicum annuum L. Var. Longum sendt) dan cabe rawit teridentifikasi adanya ß-karoten. Dari penelitian diperoleh hasil kadar rata-rata ß-karoten pada cabe merah besar sebesar (10,54±0,07) mg/100g, cabe merah keriting sebesar (5,57±0,13) mg/100g dan cabe rawit sebesar (0,36±0,01) mg/100g. ABSTRACT Beta carotene is provitamin essential role for vitamin A formation. Most of vitamin A sources are ß-carotene. In the body, ß-carotene will be converted into vitamin A. Chilies are considered as one of the essential food. Chillies are known as very good sources of ß-carotene. Therefore, it is important to conduct a research in order to observe the content of ß-carotene in the chillies using visible spectrophotometry. Fresh chillies were extracted with a mixture of hexane:acetone:ethanol (2:1:1) v/v using a maceration method. After the extraction process was complete, aquabidest was added. The extraction result was non-polar phase. It was separated and evaporated. The residue was further subjected to qualitative and quantitative analysis
doi:10.12928/pharmaciana.v4i2.1566 fatcat:zldzd7cqyze2flac5gknji7mvy