BAHASA LOKAL SEBAGAI REPRESENTAMEN ILMU PENGETAHUAN 1

F Program, Studi Linguistik, Dan Doktor
unpublished
In this era of globalization, the role of an international language is essential in the interaction between nations. As a result, that international language, naturally, shifts the role of the local language. Local language empowerment through teaching language proficiency is not a strategic effort to overcome this issue. The local language should be positioned as a science that must be learned. Language serves as a cultural reference. Language is culture representation that symbolizes,
more » ... symbolizes, expresses, and realizes the culture. Local cultural essence that is represented through the local language is a national identity. Politeness expressed through language, idioms or other expressions of culture in the local language are included in communication and are capable of strengthening the illocutionary force of speech. Participants are encouraged to respond to such speech acts used to communicate intent. The culture contained in the local language can be a driving force to learn the local language. Local cultural wisdom is a marker of national identity. Each idiom or expression of culture in the local language can be interpreted either wisely or imprudently. In order to strengthen national identity, local wisdom should be carefully selected and applied in the society so that national identity is maintained and becomes resilient in facing globalization. Indonesian is not the language that represents the culture of Indonesia, but local cultures that come together are capable of making the Indonesian language the language of Indonesian culture. Abstrak Pada era globalisasi ini peran bahasa internasional diperlukan dalam interaksi antarbangsa. Bahasa asing, secara alamiah, menggeser peran bahasa lokal. Pemberdayaan bahasa lokal melalui pembelajaran kemahiran bahasa bukanlah satu-satunya upaya strategis. Bahasa lokal selayaknya diposisikan sebagai ilmu pengetahuan yang wajib dipelajari. Bahasa berfungsi sebagai referensi kultural. Bahasa merupakan representamen kebudayaan yang melambangkan, mengungkapkan, serta mewujudkan kebudayaan. Esensi kebudayaan lokal yang direpresentasikan melalui bahasa lokal merupakan jati diri bangsa. Kesantunan berbahasa, idiom atau ungkapan bahasa lokal yang disertakan dalam komunikasi mampu memperkuat daya ilokusi tuturan. Partisipan tindak tutur terdorong menanggapi maksud yang dikomunikasikan. Budaya yang dikandung dalam bahasa lokal dapat menjadi pendorong untuk mempelajari bahasa lokal. Kearifan budaya lokal merupakan penanda jati diri bangsa. Setiap idiom atau ungkapan budaya dalam bahasa lokal dapat dimaknakan baik secara arif maupun tidak arif. Dalam rangka penguatan jati diri, kearifan selayaknya dipilih serta diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat agar jati diri bangsa tetap terjaga dan tangguh menghadapi globalisasi. Bahasa Indonesia bukanlah bahasa yang merepresentasikan budaya Indonesia, tetapi budaya-budaya lokal yang bersinergi mampu memberikan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa budaya Indonesia. Kata kunci: bahasa Lokal, referensi kultural, proposisi, kearifan budaya, ungkapan budaya, daya ilokusi PENDAHULUAN Para penggiat seminar, kongres, simposium, konferensi, atau diskusi tentang bahasa ibu tentu sepakat bahwa bahasa ibu perlu diberdayakan dan budaya bangsa perlu dilestarikan. Berbagai alasan, baik teoretis maupun praktis, dapat digunakan untuk mendukung perlunya pelestarian dan pemberdayaan bahasa ibu. Permasalahan yang perlu dicermati adalah, apakah kesepakatan tentang pemberdayaan terhadap bahasa ibu dan pelestarian budaya bangsa tersebut telah ditindaklanjuti, atau telah berlalu tanpa tindak lanjut, sampai pada pengulangan kesepakatan berikutnya. Menurut penulis ini, tindak lanjut kesepakatan tersebut setidaknya telah menjadi 1 Artikel ini disajikan pada Seminar Nasional Bahasa Ibu VIII, Denpasar Bali, 20-21 Februari 2015
fatcat:cbgzvghhkrdn3mb25igjgvyqce