Pengaruh Dedak Padi dalam Ransum Ayam Lokal yang Diberi Air Minum Mengandung Cemaran Kadmium Terhadap Performans (The Effect of Rice Bran in Native Chicken Diets that Given Drinking Water Containing Cadmium on Performance)

Jurnal Ilmu Ternak, Juni
2008 unpublished
Abstrak Dedak padi banyak terdapat di daerah perdesaan. Bahan pakan ini mengandung fitat yang tinggi dan dapat mengikat Kadmium (Cd). Penelitian bertujuan untuk mempelajari lokal pengaruh penggunaan dedak padi dalam ransum ayam lokal yang diberi air minum mengandung cemaran kadmium terhadap performans. Dua puluh empat ekor ayam lokal digunakan dalam penelitian ini dengan bobot 422,08 ± 38,78 g. Dedak padi digunakan dalam ransum sebanyak 0, 10, 20, 30, 40, 50% selama 8 minggu. Air minum
more » ... Air minum diberikan ad libitum mengandung 100 mg/kg Cd. Hasil, perlakuan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) terhadap performans. Penggunaan dedak padi sampai 50% lebih menguntungkan. Kadmium dalam air minum tidak mengganggu fisologi dan metabolisme dalam tubuh. Kesimpulan, dedak padi dapat digunakan sebagai pakan sampai 50%, dan konsumsi air minum yang mengandung 100 mg/kg Cd selama 8 minggu tidak mempengaruhi performans ayam lokal. Kata Kunci : dedak padi, Fitat, Cd, ayam lokal Abstract Rice bran is commonly found high in rural area. It is containing a high level of phytate. This compound can bind Cadmium (Cd). The purpose of this study was to know the effect of rice bran in native chick diet given drinking water containing cadmium on performance. Twenty four of native chick was allocated in the experiments with weight of 422,08 ± 38,78 g. Rice bran have been used in diet at 0, 10, 20, 30, 40, 50% for 8 weeks. Drinking water was given unlimited containing 100 mg/L Cd. Results indicated that those treatments had no significant (P>0,05) on performance. Utilization of 50% rice bran was more advantages. Cadmium in dringking water had no affect on fisiology and metabolism. It was concluded that 50% rice bran in diet could be used as feed. Consumption drinking water containing 100 mg/L Cd during 8 weeks did not influence performance on native chick. Pendahuluan Dedak padi merupakan hasil ikutan proses pemecahan kulit gabah, yang terdiri atas lapisan kutikula sebelah luar, hancuran sekam dan sebagian kecil lembaga yang masih tinggi kandungan protein, vitamin, dan mineral. Produksi dedak padi di Indonesia cukup tinggi per tahun dapat mencapai 4 juta ton. Dedak padi berpeluang menggantikan peranan jagung sebagai sumber energi bagi unggas karena jagung merupakan salah satu bahan yang akan diolah menjadi bahan bakar penganti minyak bumi. Fosfor pada dedak padi dalam bentuk fitat atau garam fitat. Asam fitat (C 6 H 18 O 24 P 6 atau IP6) secara struktural adalah suatu cincin myo-inositol yang mengikat penuh fosfat disekeliling cincin. Fitat pada padi ditemukan pada bagian biji, daun, batang maupun akar. Bagian terbesar terdapat pada bagian butir dan lapisan luarnya merupakan bagian terbesar yang jumlahnya mencapai 23 kali lipat lebih banyak daripada kandungan fitat pada bagian biji (Maga, 1982). Hasil penelitian Sumiati (2005) menunjukkan bahwa dedak padi mengandung fitat 6,9%. Kadar fitat pada tanaman bergantung pada kadar fosfor dalam tanah, pemupukan tanaman dengan fosfat yang berlebih akan meningkatkan kadar asam fitat atau garam fitat (Maga, 1982). Fitat memiliki sifat sebagai chelating agent terutama terhadap ion-ion bervalensi dua sehingga
fatcat:hnpog7oy35fzxnw4dfce4cltka