PENERAPAN FRAMEWORK IONIC DALAM PERANCANGAN APLIKASI E-CONCEPT SEBAGAI ALAT TERUKUR DALAM PEREKRUTAN SIMPATISAN PEMILUKADA

Mustazzihim Suhaidi, Nurhadi Nurhadi, Latip Latip
2020 Sebatik  
Salah satu bentuk dari Gerakan Reformasi adalah pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) baik di tingkat kabupaten, kotamadya maupun provinsi yang dilaksanakan secara langsung. Implikasi dari pelaksanaan pemilukada langsung adalah semakin banyaknya calon - calon yang bermunculan, terlebih ketika dibukanya peluang bagi calon perseorangan (independen) untuk ikut berlaga memperebutkan sebagai pemenangnya. Dengan jumlah penduduk yang besar, sosial kemasyarakatan yang beragam, dan
more » ... beragam, dan ketatnya persaingan, menjadikan Pemilukada sebuah proses yang menghabiskan energi dan tentu biaya besar. Dalam pandangan masyarakat, semakin banyak calon berarti semakin banyak pilihan. Sebaliknya, bagi para kandidat berarti persaingan yang semakin ketat. Butuh desain strategi yang jitu dan tepat agar perjalanan menuju kantor bupati atau walikota, gubernur bisa lebih efektif dan efisien. Data merupakan aset yang paling berharga pada saat kampanye atau sosialisasi karena dapat berfungsi sebagai alat utama sebuah indikator keberhasilan dan pencapaian target kampanye sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, terutama meningkatkan efisiensi biaya dan efektifitas gerakan Tim Kampanye. E-Concept adalah Software Aplikasi alat ukur dalam perekrutan simpatisan Pemilukada yaitu sebagai alat ukur untuk memenangkan pemilu/pilkada dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengolahan data serta teknik statistika dalam membaca dan mendesain prediksi peluang bagi calon atau kandidat. Ionic Framework merupakan salah satu solusi yang dapat dipergunakan, dimana penggunaan Ionic Framework memungkinkan pengembang membuat aplikasi untuk beberapa platform dengan hanya menggunakan bahasa pengembangan web untuk membuat sebuah aplikasi mobile, sehingga dapat meminimalkan waktu dan biaya dalam proses pengembangan sistem berikutnya.
doi:10.46984/sebatik.v24i2.1135 fatcat:xihv6ylgpnfjbls4w5woczww3q