THE EFFECT OF BIO ORGANIC FERTILIZER ON GROWTH OF PALM OIL (ELAEIS GUENEENSIS, JACK) SIX MONTHS AGE IN MAIN NURSERY

Ida Ketut Mudhita, Saprudin Saprudin, Muhamad Mundzir
2020 Journal of Tropical Animal Science and Technology  
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk organik hayati berbahan campuran kotoran sapi, fiber kelapa sawit dan mikroba simbiotik pertanian terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Metode penelitian menggunakan empat perlakuan yaitu P0: perlakuan pupuk kimia (PK) 100% (kontrol), P1: PK 100%+pupuk organik hayati (POH) 50% atau 100 kg/ha, P2: PK 100%+ POH 100% atau 200 kg/ha, dan P3: PK 100%+POH 150% atau 300kg/ha. Pupuk tersebut diaplikasikan pada bibit tanaman sawit umur enam bulan
more » ... alam polibag masing-masing 30 tanaman per perlakuan atau total 120 tanaman, setiap bulan selama empat bulan. Parameter yang diamati adalah: tinggi tanaman, diameter batang, jumlah pelepah dan berat tanaman. Pengukuran dilaksanakan setiap bulan, kecuali berat tanaman diambil pada akhir penelitian dengan mengambil sampel tanaman sejumlah 10% dari setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk organik hayati meningkatkan tinggi tanaman 20,58% (108,23-130,5 cm) pada P0, P1 sebesar 25,21% (108,43-135,7 cm), P2 35,19% (108,73-147 cm) dan tertinggi pada P3 sebesar 36,32% (108,66-148,12 cm). Diameter tanaman meningkat 34,47% (5,87-7,89 cm) pada P0 (kontrol) P1 sebesar 33,11% (6,1-8,1 cm), P2 sebesar 44,24% (5,87-8,47 cm), dan tertinggi pada P3 sebesar 48,66% (5,83-8,67 cm). Jumlah pelepah meningkat 19,03% (14,37-17,1) pada P0 (kontrol), P1 sebesar 17,59% (14,4-17,77), P2 sebesar 23,69% (14,36-17,77) dan tertinggi pada P3 sebesar 24,72% (15,1-18,83). Berat kering tanaman sawit umur 10 bulan pada P0 596,6, P1 sebesar 634,1 g, P2 742,9 g dan tertinggi pada P3 sebesar 762,6 g. Kesimpulan penelitian ini bahwa penambahan pupuk organik hayati berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit sawit, dengan hasil terbaik pada P3 (penambahan 150% POH), akan tetapi dosis terbaik secara ekonomi pada P2 yaitu penambahan 100% POH atau 200 kg/ha, karena pertumbuhan pada P2 dan P3 tidak berbeda secara nyata.
doi:10.32938/jtast.v2i1.595 fatcat:rzuhunftzrfgbik65ezcihhdsu