Filters








1 Hit in 0.052 sec

PRINSIP PELIMPAHAN KEWENANGAN KEPADA ULIL AMRI DALAM PENENTUAN HUKUMAN TA'ZIR, MACAMNYA DAN TUJUANNYA

Zahratul Idami, Kata Kunci, Pelimpahan Kewenangan, Ulil Amri, Hukuman Ta'zir
2015 Jurnal Hukum Samudra Keadilan   unpublished
, The principle of delegation of authority is also known in Islamic law, namely the delegation of authority given by God to man as vicegerent on earth or to ulil amri. One authority it is for the determination of punishment ta'zir. The authorities can determine the appropriate form of punishment according to the crime committed and could provide a deterrent effect, taking into account the individual keaadaan, space, time and developments. What kind of authority granted, bagimanakah jarimah and
more » ... anakah jarimah and various ta'zir given and whether the purpose of determining the penalty ta'zir, this requires deep study, so that no one understood. This paper aims to clarify the delegation of authority to ulil amri in making the determination of punishment ta'zir, What are the criteria so that a jarimah can be dropped ta'zir, various ta'zir, and explain the purpose of determining the sentence ta'zir. Research methods used in this research is literature in a way mentelaah materials or the existing literature in the form of books, books, and materials derived from other media related to existing problems Abstrak, Prinsip pelimpahan kewenangan juga dikenal dalam Hukum Islam yaitu pelimpahan kewenangan yang diberikan oleh Allah kepada manusia sebagai khalifah di bumi atau kepada ulil amri. Salah satu kewenangan itu adalah untuk penentuan hukuman ta'zir. Penguasa dapat menentukan bentuk hukuman yang menurutnya sesuai dengan kejahatan yang dilakukan dan bisa memberi efek jera, dengan memperhatikan keaadaan individu yang bersangkutan, ruang, waktu dan perkembangan yang ada. Bagaimanakah bentuk kewenangan yang diberikan, bagimanakah jarimah dan macam-macam ta'zir yang diberikan dan apakah tujuan penentuan Hukuman ta'zir tersebut, hal ini memerlukan kajian yang mendalam, agar tidak salah dipahami. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pelimpahan kewenangan kepada ulil amri dalam melakukan penentuan hukuman ta'zir, Apa saja kriteria sehingga suatu jarimah dapat dijatuhkan ta'zir, macam-macam ta'zir, serta menjelaskan tujuan penentuan hukuman ta'zir tersebut. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan cara mentelaah bahan-bahan atau literatur yang ada berupa buku-buku, kitab-kitab, dan bahan yang berasal dari media lain yang berkaitan dengan permasalahan yang ada.
fatcat:ljiwkhb6mreg7jao6hbna5lrem