Filters








1 Hit in 0.033 sec

Antipyretic Effect of Cinnamomum burmannii (Nees & T.Nees) Blume Infusion in Fever-induced Rat Models

Qatrunnada Zaino, Eva M. Hidayat, Stanza Uga Peryoga
2014 Althea Medical Journal  
: Fever is a frequent clinical sign encountered in human especially in children. Unfortunately, access to health care and medications (antipyretics) are hampered by shortage of services and affordability, which are accentuated by local resources mainly for those living in remote areas. Therefore, using herbal medicineas an alternative in treating fever should be developed as substituent reliance on synthetic antipyretic. This study is conducted to observe antipyretic effect of Cinnamomum
more » ... f Cinnamomum burmannii (Nees & T.Nees) Blume infusion using Diphtheria Tetanus Pertussis (DTP) vaccine-induced fever in rats. Methods: Twenty-eight male Wistar rats (150 200 g) were randomly allocated into control and treatment groups. Fever was induced with DTP vaccine intramuscularly injected (0.7 mL/200 g body weight) and 4 hours later, distilled water (5 mL) was administered orally to the control group while the treatment group received 5 mL of 3%, 6%, and 12% of cinnamon infusion. Rectal temperature was measured before the pretreatment, 4 hours after DTP vaccine-induced fever injection and at a 30-minute interval during 180 minutes after the infusion administration. All procedures and protocols were performed in October 2012 at Results: Data analysis using the one way analysis of variance (ANOVA) showed significant reduction (p<0.001) of rectal temperature after 30 minutes and Duncan Post-Hoc test showed significant effect for 6% and 12% of cinnamon infusion groups. Conclusion : The antipyretic effect of 6% and 12% of Cinnamomum burmannii (Nees & T.Nees) Blume infusion in fever-induced rat models is found in the first 30 minutes [AMJ.2014;1(1):81-5] Abstrak Latar belakang: Demam merupakan suatu gejala yang sering muncul terutama pada anak-anak. Antipiretik merupakan obat yang sering digunakan untuk meringankan demam, namun akses kepada pelayanan kesehatan dan pengobatan masih belum terjangkau bagi penduduk yang tinggal di daerah terpencil. Menggunakan herbal sebagai alternatif pengobatan demam harus dikembangkan sebagai substituen terhadap ketergantungan pada obat sintetik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efek antipiretik infusa Cinnamomum burmannii (Nees & T.Nees) Blume pada tikus yang diinduksi demam menggunakan vaksin Diphtheria Tetanus Pertussis (DTP). Metode: Penelitian yang dilakukan menggunakan 28 ekor tikus putih jantan galur Wistar yang dikelompokkan secara acak dan diinjeksi dengan vaksin DTP (0.7 mL/200 g BB) secara intramuskular untuk menimbulkan demam. Setelah 4 jam, kelompok kontrol diberikan 5mL air suling per oral dan kelompok uji diberikan infusa Cinnamomum burmannii (Nees & T.Nees) Blume per oral dengan dosis masing-masing 3%/5 mL, 6%/5 mL dan 12%/5 mL. Pengukuran suhu tubuh dilakukan melalui rektal sebelum pemberian vaksin DTP, 4 jam setelah pemberian vaksin DTP dan 30 menit interval setelah perlakuan sampai menit 180. Semua prosedur dan protokol dilaksanakan pada Oktober 2012 di Laboratorium Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Bandung. Hasil: Hasil analisis data menggunakan uji ANOVA menunjukkan penurunan yang signifikan (p<0.001) dari suhu rektal pada menit 30 dan dengan uji Duncan Post-Hoc menunjukkan efek yang signifikan pada kelompok yang diberikan 6%/5 ml dan 12%/5 mL infusa Cinnamomum burmannii (Nees & T.Nees) Blume. Pada menit 60-180 tidak ada penurunan yang signifikan (p>0.05) dari suhu rektal, dimungkinkan karena
doi:10.15850/amj.v1n2.352 fatcat:nglkolxpcjdqfcg2oz42mp7tee