Filters








1 Hit in 0.039 sec

NASAB DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AHKAM

M Jamil
2016 Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah  
Nasab (Family Relationship) in Perspective of Tafsîr Ahkâm (Legal Qur'anic Interpretation). Family relationship for someone is something very important. Due to this relation, people would have family relation to whom they are connected. The importance of nasab discussion because it relates someone to a lot of matters, such as inheritance, guardian, and equality (kafâ'ah) of husband and wife before marriage. The fiqh scholars and commentators disagree with the meaning of nasab. Many Scholars say
more » ... . Many Scholars say that nasab is the relationship between a man and his child related to legal marriage. Hanafiyah states that nasab is the relationship between a man and his child due to genetic relationship. The logical consequence of this difference is in inheritance. Many scholars assert that inheritance is only connected to legitimate family relationship while Hanafiyah tend to say that inheritance is related to blood relations. Abstrak. Nasab dalam Perspektif Tafsir Ahkam. Nasab bagi seseorang merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena dengan nasab, seseorang akan memiliki hubungan nasab kepada siapa yang ia terhubung nasabnya. Pentingnya pembahasan nasab, karena berkaitan dengan seseorang dalam banyak hal, seperti warisan, wali, kafâ'ah suami terhadap istri dalam pernikahan dan sebagainya. Para ulama tafsir dan fikih berbeda pendapat mengenai arti nasab. Jumhur ulama mengatakan bahwa nasab adalah hubungan antara laki-laki dengan seorang anak yang mencampuri ibunya disebabkan adanya hubungan pernikahan yang sah. Hanafiyah berpendapat bahwa nasab adalah hubungan antara laki-laki dengan seorang anak karena adanya hubungan darah. Konsekuensi logis dari perbedaan ini adalah berkenaan dengan kewarisan. Jumhur ulama berpendapat bahwa kewarisan hanya melalui nasab yang sah, sementara Hanafiyah cenderung kepada adanya kewarisan disebabkan adanya hubungan darah. Kata kunci: nasab, anak zina, dan waris
doi:10.15408/ajis.v16i1.2902 fatcat:ni4x5degrnerdpwoxcowb2hrym