Filters








1 Hit in 0.044 sec

Analisa Masuknya Gardu Induk Anggrek dan Rekonfigurasi Jaringan Terhadap Kualitas Tegangan dan Rugi-rugi Daya (Studi Kasus PLN Rayon Kwandang Area Gorontalo)

Muammar Zainuddin, Luthfi Wiraputra
2017 Jurnal Rekayasa Elektrika  
Abstrak-Kualitas tegangan listrik pada saluran udara tegangan menengah (SUTM) 20 kV dengan panjang saluran ±190,57 km di daerah Kabupaten Gorontalo Utara saat ini masih belum memenuhi standar mutu pelayanan PLN. Hal ini mengakibatkan turunnya nilai tegangan ketika terjadi beban puncak yaitu sebesar 21% dari tegangan nominalnya 20 kV dan rugi-rugi daya teknis sebesar 219 kW. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi terbaik memperbaiki kualitas tegangan yang sesuai dengan standar operasi
more » ... n standar operasi pelayanan. Perbaikan tegangan dilakukan dengan menganalisa aliran daya pada setiap bus menggunakan metode Newton-Raphson. Ada tiga skenario yang digunakan dalam analisa aliran daya yaitu skenario-1 dengan mengusulkan uprating penghantar (penyulang LK.01). skenario-2 merekonfigurasi jaringan setelah masuknya Gardu Induk Anggrek dan skenario-3 menguprating penghantar dan rekonfigurasi jaringan. Dari ketiga skenario yang diusulkan ditemukan, skenario-1 dapat memperkecil jatuh tegangan menjadi 19,8%, skenario-2 memiliki jatuh tegangan sebesar 8,8%, dan skenario-3 memiliki jatuh tegangan yang paling kecil yaitu sebesar 4,8%. Dari ketiga skenario ini, skenario-3 dapat memperbaiki tegangan saluran jauh lebih baik dari dua skenario lainnya dan menghasilkan rugi-rugi daya sebesar 52,4 kW. Masuknya GI Anggrek harus disertai dengan uprating penghantar pada jaringan 20 KV untuk mencapai batas standar tegangan operasi. Kata kunci: uprating penghantar, rekonfigurasi, kualitas tegangan, rugi-rugi daya Abstract-The quality of the overhead distribution voltage with a length of ± 190,57 kms, in the North Gorontalo district has not met the National Standard for the distribution voltage yet. This causes a voltage drop along the distribution line at 21% during the peak load and the power loss at 219 kW. This paper aims to find the best solution for improving the voltage quality of the distribution line to meet the standard operation voltage for the medium distribution line. The Newton-Raphson method is used to analyze the power flowing along the distribution line and the voltage at their buses. There are three scenarios purposed in this study. The first scenario is to uprate the conductor size (in LK. 01 feeder), the second scenario is to reconfigure the distribution network after the Anggrek Substation was connected to the system and the third scenario is to combine the first and the second scenarios, i.e. uprating conductors and reconfiguring the network. From the three scenarios, the results show that the first scenario has a voltage drop of 19,8%, the second scenario causes a voltage drop of 8,8% and the third scenario produces the voltage drop of 4,8%. Based on this results, it can be concluded that the third scenario can improve the line voltage much better than the other two scenarios with the power loss of up to 52,4 kW. The Entry of Anggrek Substation must accompany by conductor uprating in line distribution to reach limit voltage standard operation.
doi:10.17529/jre.v12i3.4234 fatcat:i2mpqhlnbbeszkrapnlmq7vwxa