Filters








1 Hit in 0.23 sec

Status Ekonomi Sebagai Penyebab Pernikahan Dini Di Kua Banjarmasin Selatan

Lisda Handayani, Sarkiah Sarkiah, Tuti Alawiyah, Tuti Alawiyah Agon
2019 Proceeding Of Sari Mulia University Midwifery National Seminars  
Latar belakang: Indonesia termasuk Negara dengan presentase pernikahan dini tertinggi di dunia (rangking 37). Kalimantan Selatan adalah provinsi dengan angka kejadian pernikahan dini (15 tahun) tertinggi di Indonesia yaitu 9%, kemudian jawa barat (7,5%) dan Kalimantan timur-tengah (masing-masing 7%), sedangkan pernikahan dini pada umur 15-19 tahun, Kalimantan Selatan menduduiki peringkat ketiga dengan angka 48,4%. Salah satu factor pembenar kejadian pernikahan dini adalah status ekonomi, dengan
more » ... tus ekonomi, dengan alas an untuk mengurangi beban ekonomi keluarga.Tujuan : mengetahui apakah ada hubungan status ekonomi dengan pernikahan dini di KUA Banjarmasin Selatan.Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita yang mendaftarkan pernikahan di KUA Banjarmasin Selatan dengan sampel 48 orang menggunakan teknik menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan chi square.Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan status ekonomi dengan kategori kelas atas 3 orang(6%), kelas menengah 12 orang (25%), dan kelas bawah 33 orang (68%). Hasil analisis bivariate dengan chi square menunjukkan tidak ada hubugan antara status ekonomi dengan pernikahan dini nilai p=1,000 (pα).Simpulan: tidak ada hubugan yang bermakna antara status ekonomi dengan pernikahan usia dini. Kata Kunci: status ekonomi, pernikahan, pernikahan usia dini ABSTRACT Background: Indonesia is the highest percentage of early marriage in the world (rank 37). Province with the highest incidence of marriage ( 15 years) in Indonesia is South Kalimantan 9%, 2nd West Java (7.5%) and then East Kalimantan (7%), while the early marriage at the age of 15-19 years. One of the factors of the early marriage incident is the economic status, with the base to reduce the economic burden of the family.Objectives: knowing relationship between economic status with early marriage in KUA Banjarmasin Selatan.Methods: This study uses analytical surveys with cross sectional approaches. The population in this study is all women who register her marriage at the KUA of South Banjarmasin with 48 people for sample, using techniques accidental sampling. Data analysis with Chi Square.Results: The results of research showed economic status in the upper class category of 3 people (6%), middle class 12 people (25%), and lower class of 33 people (68%). Results of bivariate analysis with Chi Square indicates there is no the between the economic status with an early marriage value of p = 1,000 (P α).Conclusion: There is no correlation between economic status and early marriage.Keywords: economic status, marriage, early marriage
doi:10.33859/psmumns.v0i1.38 fatcat:nmjfph6atjd5pn7lpmuonldsqm